Kamis, 15 Januari 2015

Lebih Jauh Mengenai Transfer Factor



Transfer factors adalah rantai kecil dari asam amino dan sedikit RNA yang membawa informasi penting dari sel sistem daya tahan tubuh ke sel sistem daya tahan tubuh yang lain.
 Mereka seperti  nota  post-it  yang mengantarkan detail terkait dengan penyakit ke sel di seluruh tubuh. Sel sistem daya tahan tubuh yang sudah ada dan yang baru mendatangi nota post-it ini, membacanya, dan kemudian bekerja.  Informasinya termasuk ancaman-ancaman apa yang perlu diwaspadai (bakteri, virus, parasit, atau bahkan sel kanker), apa yang harus dilakukan terhadap mereka, dan kapan harus berhenti melakukannya. 

Transfer factors pada awalnya ditemukan pada akhir tahun 1940an oleh peneliti tuberkolosis bernama Dr. H Sherwood Lawrence. Sementara mencari cara untuk melindungi manusia dari tuberkolosis, Dr. Lawrence mengambil sel darah putih dari pasien yang sakit dan menginjeksi bagian dalam sel ke manusia yang sehat. Hasilnya, orang yang sehat menjadi imun terhadap tuberkolosis! Dr. Lawrence tidak mengetahui apa persisnya yang memberikan imunitas tersebut sehingga ia secara sederhana menyebutnya sebagai "Transfer Factor".

Selama puluhan tahun  sejak penemuan Dr. Lawrence, beberapa peristiwa penting terjadi yang kemudian menyebabkan ketersediaan Transfer Factors bagi publik:
Pada tahun 1989, dua peneliti, Dr. Gary Wilson dan Dr. Greg Paddock menyempurnakan apa yang merupakan proses penyaringan paten untuk ekstraksi Transfer Factors dari kolostrum sapi. Melalui teknik ekstraksi ini, Transfer Factors murni dapat dikumpulkan dalam bentuk terkonsentrasi, dikeringkan, dan dibentuk menjadi kapsul untuk konsumsi manusia.
  • Pada tahun 1991, pekerjaan Dr. Sherwood divalidasi.
  • Pada tahun 1998, 4Life Research membeli patennya, menambah paten untuk    teknik mengekstraksi Transfer Factors dari kuning telur ayam, dan mulai menjual produk mengandung transfer factor ke publik. Produk ini dilindungi oleh Badan US Dietary Supplement Health and Education Act (DSHEA) pada tahun 1994.
  • Pada tahun 1999,efektivitas dan keamanan suplemen Transfer Factor divalidasi oleh studi klinikal di seluruh dunia.

Secara ringkas, Transfer Factors ditemukan pada tahun 1949 ketika seorang peneliti menggunakan sel darah putih dari manusia yang terinfeksi ke manusia sehat yang sudah diimunisasi. Namun sekarang kita mampu mengekstraksi  Transfer Factor dari kolostrum sapi dan kuning telur ayam membuatnya menjadi tersedia  bagi  konsumsi  publik. Bagaimana kita bisa menghubungkan manusia dengan sapi dan ayam, dan mengapa semua itu dapat bekerja? Ternyata Transfer Factors tidak spesifik bagi manusia atau spesies tertentu (Non Species Specific), ini berarti transfer factors yang dihasilkan oleh manusia, sapi, anjing, atau bahkan ayam dapat dipertukarkan. Mereka seperti arsip komputer ditulis dalam kode dasar, membuatnya mudah dibaca oleh komputer jenis apapun. Transfer Factors merepresentasikan bahasa universal yang dapat digunakan untuk mengendalikan secara langsung aktivitas sistem daya tahan tubuh. 


Fakta bahwa transfer factors dapat diproduksi secara massal dan sekarang tersedia untuk publik adalah sangat penting. Mungkin satu hal yang lebih penting adalah kemungkinan bahwa transfer factors dapat dibuat untuk penyakit seperti H5N1 penyebab dari flu burung, sperti yang disarankan oleh Dr. Pizza dan koleganya. Jika sapi atau ayam diinjeksi dengan virus H5N1, informasi tentang virus akan termasuk dalam kolostrum atau telur yang diproduksi oleh hewan. Mereka dapat diambil secara oral dari manusia - tidak perlu ada injeksi - dan dapat, paling tidak secara teoritis, mencegah pandemi H5N1. 

Mau Info Lebih Lengkap Hub ; BB. 76AF676B. HP. 0878 9456 2552 (WA)
FB. Trasfer Factor 4Life Tanjung Pinang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar